Senin, 5 Oktober 2026 · 24 Rabiulakhir 1448 H
Khutbah

KHUTBAH JUMAT: HALAL DAN THAYYIB (Setiawan Misbachul Lail, M.Pd.)

AP

Administrator PCM Babulu

5 Oktober 2026, 17.19 WITA

Gambar/Ai
Gambar/Ai

KHUTBAH JUMAT: HALAL DAN THAYYIB

Setiawan Misbachul Lail, M.Pd - Ketua Majelis Tabligh PCM Babulu dan Anggota Tim Halal MUI Kab. Penajam Paser Utara

KHUTBAH PERTAMA

اَلـْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ أَحَلَّ الطَّيِّبَاتِ وَحَرَّمَ الْخَبَائِثَ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، 

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ:

فَيَا عِبَادَ اللهِ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَـمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

Jamaah Jumat rahimakumullah,

Marilah kita panjatkan puji syukur ke hadirat Allah Subhanahu wa Ta'ala, yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat kesehatan sehingga pada hari yang mulia ini kita dapat kembali berkumpul menunaikan kewajiban shalat Jumat berjamaah. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya yang istiqamah mengikuti sunnahnya hingga akhir zaman.

Selanjutnya, khatib berwasiat kepada diri khatib sendiri khususnya, dan kepada jamaah sekalian, marilah kita tingkatkan ketakwaan kita kepada Allah Ta'ala dengan sebenar-benar takwa, sebab hanya dengan bekal takwalah kita akan selamat di dunia dan di akhirat.

Jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Bulan Oktober ini, pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia tengah memasifkan sosialisasi kewajiban sertifikasi halal, yang dikenal dengan Wajib Halal Oktober. Momentum ini baik untuk kita jadikan kesempatan merenungkan kembali betapa pentingnya kedudukan halal dalam ajaran Islam, bukan hanya pada makanan dan minuman, tetapi mencakup seluruh aspek kehidupan kita.

Allah Ta'ala berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 168:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ كُلُوا مِمَّا فِي الْأَرْضِ حَلَالًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ

"Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu."

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Allah Ta'ala adalah Pemberi rezeki bagi seluruh makhluk-Nya, dan Dia membolehkan hamba-hamba-Nya memakan apa saja yang ada di muka bumi selama halal, baik, dan tidak membahayakan diri maupun akal pikiran mereka. Sebaliknya, Allah melarang kita mengikuti langkah setan, misalnya dengan mengada-adakan keharaman atas sesuatu yang sesungguhnya baik, atau sebaliknya, menghalalkan sesuatu yang justru membahayakan diri.

Kata halal bermakna segala sesuatu yang diizinkan Allah untuk dimanfaatkan, yakni yang diperoleh dari sumber yang dibolehkan syariat dan tidak mengandung unsur yang diharamkan. Sedangkan thayyib bermakna sesuatu yang baik, bersih, bergizi, dan tidak membahayakan tubuh. Maka sesuatu yang halal belum tentu otomatis baik bagi tubuh, dan sesuatu yang terasa enak belum tentu halal cara memperolehnya. Islam mengajarkan agar keduanya terpenuhi sekaligus: halal cara memperolehnya, dan baik zat serta dampaknya bagi diri kita.

Jamaah yang berbahagia, 

Banyak di antara kita yang memahami halal hanya sebatas pada makanan. Padahal, cakupan kewajiban halal turut meliputi barang-barang yang melekat pada tubuh kita sehari-hari, seperti alas kaki, pakaian berbahan kulit, kosmetik, hingga obat-obatan. Jika pada makanan yang menjadi perhatian utama adalah prinsip halalan thayyiban, maka pada barang gunaan seperti sepatu dan jaket, titik beratnya adalah memastikan diri kita terhindar dari bahan yang najis, misalnya kulit babi atau proses penyamakan yang tidak sesuai syariat. Maka sudah sepatutnya kita turut cermat memeriksa kehalalan barang-barang yang kita kenakan, tidak hanya yang kita makan.

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا ... ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَهُ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik dan hanya menerima yang baik... Kemudian Rasulullah menyebutkan seseorang yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut dan berdebu, menengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, 'Ya Rabb, ya Rabb', sementara makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan dirinya tumbuh dari yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan?" (HR. Muslim dan At-Tirmidzi)

Hadits ini menjadi teguran keras bagi kita. Betapa seringnya kita mengangkat tangan berdoa memohon hajat kepada Allah, namun lupa memeriksa dari mana rezeki yang kita makan, minum, dan kenakan berasal. Wahb bin Munabbih rahimahullah bahkan berkata, siapa yang ingin doanya dikabulkan Allah, hendaklah ia memperbaiki apa yang dimakannya.

Jamaah Salat Jumat yang dirahmati Allah

Selain berdampak pada tertolaknya doa di dunia, Allah juga memberi ancaman keras di akhirat bagi harta yang diperoleh secara zalim. Allah berfirman dalam Surat An-Nisa ayat 10 tentang harta anak yatim:

إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَىٰ ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا

"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya."

Demikian pula dengan riba, Allah berfirman dalam Surat Al-Baqarah ayat 275 bahwa pelakunya termasuk penghuni neraka yang kekal di dalamnya. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda bahwa setiap daging yang tumbuh dari harta haram, maka neraka lebih berhak terhadapnya (HR. Ath-Thabrani).

Jamaah Jumat rahimakumullah, 

Marilah kita jadikan momentum Wajib Halal Oktober ini sebagai pengingat untuk lebih berhati-hati, baik dalam mencari nafkah maupun dalam memilih apa yang kita makan, minum, dan kenakan. Bagi yang memiliki usaha, mari turut aktif mengurus sertifikasi halal produknya. Bagi kita semua sebagai konsumen, mari lebih cermat memeriksa label halal sebelum membeli, baik pada makanan maupun barang gunaan sehari-hari. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kita doa:

اللَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

"Ya Allah, cukupkanlah aku dengan yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram, dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari bergantung pada selain-Mu."

Semoga Allah mencukupkan rezeki kita dengan yang halal, menerangi hati kita, dan mengabulkan setiap doa yang kita panjatkan.

أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ، جَعَلَنِيَ اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ القَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ أَحْسَنَهُ، أُوْلَئِكَ الَّذِيْنَ هَدَاهُمُ اللهُ وَأُوْلَئِكَ هُمْ أُوْلُوْ الأَلْبَابِ


KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا وَمَا كُـنَّا لِنَـهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ

فَاتَّقُوا اللهَ أَيُّهَا النَّاسُ، وَاعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، وَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا

الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

Jamaah Jumat rahimakumullah, 

Marilah kita selalu meningkatkan iman dan taqwa kita, berusaha mencari dan mengusahakan yang halal serta menjauhi dan menghindari yang haram

ٱللّٰهُمَّ ٱغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَٱلْمُسْلِمَاتِ، وَٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَاتِ، ٱلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَٱلْأَمْوَاتِ

اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

اللَّهُمَّ ارْزُقْنَا رِزْقاً وَاسِعاً حَلَالاً طَيِّباً مُبَارَكاً وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّازِقِيْنَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي ٱلْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلَامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Bagikan

Berita Terkait